Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi

45
0
SHARE
Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi Mengajak Warganet untuk Sebarkan Konten Positif di Dunia Maya

Jakarta – Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat dan komunitas untuk aktif menyebarkan konten positif di dunia maya. Acara ini dihadiri oleh Menteri Kominfo, Rudiantara, Dirjen Aplikasi lnformatika Kemkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, Dedy Permadi, Ketua Umum #SiBerkreasi, wakil komunitas penggiat literasi digital seperti Soraya Fadhal (Japelidi), Fajar Eri (Relawan TlK), dan Aribowo Sasmito (Masyarakat Anti Fitnah lndonesia/MAFINDO), Senin.(2/10)

Gerakan ini berangkat dari kegelisahan berbagai elemen masyarakat terhadap besarnya ancaman potensi bahaya penyebaran konten negatif di dunia jika tidak dikelola dengan tepat.

Data Kemkominfo mencatat hingga kini ada lebih dari 800 ribu situs web di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu, ujaran kebencian, konten berbau SARA, pornografi, hoax, narkoba, terorisme, dan sebagainya. Setiap orang, terlepas dari level pendidikannya bisa dengan mudah terjebak dengan fitnah dan termakan berita palsu dan menyebarluaskannya lewat media sosial.

Konten negatif juga memicu munculnya cyberbullying. Dari 80% orang Indonesia yang menggunakan internet, hanya 42% yang sadar akan bahaya cyberbu/Iying. Padahai setiap orang berpotensi menjadi korban, serta pelaku. (Riset melibatkan 400 responden usia 10-19 tahun dari 12 provinsi di Indonesia. Sumber: Digital Citizenship Safety, UNICEF & Kemkominfo, 2012).

Yang tak kalah mencemaskan, seluruh konten negatif ini berpotensi dikonsumsi oleh pengguna internet yang 80% di antaranya anak muda berusia 10-29 tahun dan 30 juta di antaranya adalah anak~anak.

Permasalahan utama di Indonesia adalah pertumbuhan pengguna lnternet yang sangat cepat tidak diimbangi dengan literasi digital’atau pendidikan tentang cara menggunakannya.

“Akibat dari ketimpangan ltu sekarang sudah mulal kita rasakan, mulai dari penyebaran berita palsu (hoax) yang meresahkan; maraknya cyberbullying di kalangan anak muda; sampai pada isu banyaknya ujaran kebencian yang
menggoyah persatuan. Dalam konteks keluarga, potensi bahaya ini juga mulai bisa dilihat darl banyaknya balita yang ketergantungan terhadap gawai;
penurunan kualitas interaksl sosial akibat dominasi percakapan digttal, media sosial yang menyumbang signifikan terhadap penyebab perceralan; dan sebagainya.

Fakta ini menegaskan, kebutuhan literasl digital di Indonesia sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Usaha ini hanya blsa efektif jika dilakukan secara masif, sistematts, dan sinergis. #Siberkreasi hadir untuk memfasilitasi kerja bersama seiuruh komponen. Jadi, kuncinya adalah ‘kerja bersama’,” paper Dedy Permadi, Ketua Umum Gerakan #SiBerkreasi.

Menteri Kominfo, Rudiantara, mendukung gerakan in! #Siberkreasi “Gerakan Nasional Literasl Digital Siberkreasi adalah hasil kerjasama multistakehoider, mulal dari komunitas pegiat Iiterasi, lnfluencer, juga pemerintah. Bertujuan mendorong masyarakat agar menciptakan lebih banyak konten positif di Internet, mengurangi dan melawan penyebaran konten negatif serta turut mencerdaskan generasi agar menjadi pelaku internet yg bijak. Kemenkominfo sebagai perwakilan pemerintah mendukung 100% gerakan ini.”

#SiBerkreasi bergerak lewat beberapa langkah, yaitu mendorong masuknya konten literasi digital dalam kurikulum pendidikan dan peIatihan-pelatihan formal Aparatur Sipil Negara (ASN), mendorong penyebaran konten positif dalam bentuk populer secara meluas di masyarakat, serta mendukung eksistensi dan mendorong lahirnya komunitas, relawan, dan Duta Konten Positif di setiap daerah.

Di kesempatan yang sama, komunitas penggiat literasi digital juga melakukan deklarasi untuk mendukung gerakan ini.

‘Dukungan terhadap #Siberkreasi sangat luar biasa. Sampai hari ini sudah ada 37 pendukung utama dan jumlah ini akan terus bertambah dengan cepat. Pendukung tersebut terdiri dari berbagai unsur masyarakat seperti komunitas, akademisi, media, pelaku bisnis, persatuan artis, lembaga pemerintahan, dan sebagainya,” Dedy menambahkan.

Gerakan #SnBerkreasi juga didukung oleh para pekerja seni, influencer dan konten kreator sepertl Marcella Zallanty, Vosi Mokalu (Project Pop), Marsha Tengker, Dennis Adhiswara. dan masih banyak lagi.

Selaindiskusi media, hari in! juga dladakan pemutaran Video Cek Dulu. Video Cek Dulu merupakan basil kolaborasi #SiBerkrusl dengan Yosi Mokalu. content creator dart Cameo Project.

Lewat video ini #SIBerkreasi manglngatkan kita untuk lebih cermat dan cerdas dalam menkonsumsi Informasi yang beredar dl dunia maya. Ajakan untuk ‘Cek Dulu’ sebuah informasi bisa jadi langkah sederhana untuk melawan peredaran berita palsu (hoax) dan bisa dilakukan
oleh siapa aja.

Video bisa menjadi medium yang sangat efektif dalam menyebarkan konten positif. ”Asal niat membuat video ltu bukan untuk mencarl uang (monetlzlng), tapi untuk menginspirasi masyarakat,” ujar Yosi Mokalu. Karya-karya Yosi bersama tim Cameo Project lainnya bisa diiihat
dl kanal YouTube @CameoProject.

“Karena itulah, kami (Cameo Project) tidak keberatan jika video tersebut diunduh dari kanal YouTube @CameoProject dan disebariuaskan, seperti video KAMI INDONESIA yang banyak dibagikan di Facebook, chat group, di acara televisi dan acara-acara off-air,” tambah Yosi.

#SiBerkreasi juga mengajak warganet dan content creator untuk berbagi kreativitas lewat kompetisi video yang berisi konten positif. Caranya, ikuti #CekDuluVideoChallenge, rekam
video kreatif Anda yang bertema internet sehat dengan menggunakan lagu Cek Dulu sebagai backsound. lnformasi lengkap tentang kompetisi video ini bisa dilihat di: www.5iberkreasi.id

Grand Launching #SiBerkreasi Fair #SiBerkreasi Fair akan hadir pada 27-29 Oktober 2017 di Jakarta lnternasional Expo (JlEXPO),
Kemayoran (Lokasi TBC). Festival ini akan diramaikan oleh berbagai diskusi seputar literasi digital dan kegiatan kreatif dari komunitas-komunitas penggiat literasi digital yang bisa diikuti oleh masyarakat Iuas, terutama anak muda.( Budi)

LEAVE A REPLY