Muhammadiyah Ranting Pondok Labu Meresmikan Koperasi Syariah Dan Harla Ke -2

SHARE

Harianjakarta.com- Jakarta – Muhammadiyah ranting Pondok Labu mengadakan syukuran  untuk perayaan Milad ke – w yang dibarengi peresmian Koperasi Syariah Muhammadiyah di gedung Graha Adya Wicaksana , Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2017)

Acara peresmiaan dan milad ke – 2 dihadiri oleh Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian , serta Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat  Zulkipli Hasan dan Ketua MUI Din Syamsudin juga Penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu , Jimly Assiddiqie

Para tamu undangan disambut oleh alunan musik angklung yang dibawakan oleh Pemuda Muhammadiyah Ranting Pondok Labu. Dalam sambutannya, Din mengungkapkan rasa syukurnya karena Muhammadiyah Ranting Pondok Labu genap berusia dua tahun.

Ranting kita ini tepatnya kemarin 18 November 2017 genap berusia dua tahun. Alhamdulilah sudah dua tahun, jadi masih balita, masih berjalan mungkin sedikit berlari. Selama dua tahun ini kami belum banyak mendirikan kegiatan-kegiatan usaha kecuali kegiatan pengajian bulanan,” kata Din dalam sambutannya.

Membentuk koperasi oleh Muhammadiyah, ini suatu yang luar biasa karena gerakan koperasi sebuah inovasi sistem ekonomi kerakyatan khas Indonesia,” ujar Tito di Jakarta, Ahad (19/11).

Didirikannya Muhammadiyah Business Centre dapat membentuk usaha seperti grosir sembako, mini market, bisnis kuliner dan pakaian muslim. “Jadi nanti lewa koperasi syariah berasal dari rakyat, dikelola oleh rakyat, untuk rakyat juga,” ucapnya.

Tito mengakui saat ini masih terjadi arus kapitalisme dan liberalisme sehingga membentuk sistem komunis, yang sudah jelas dilarang di Indonesia. Namun, dengan terbentuknya Muhammadiyah Ranting Pondok Labu maka sikap kepedulian dari ketulusan masyarakat maka permasalahan tersebut akan bisa diselesaikan

“Ranting kita ini tepatnya kemarin 18 November 2017 genap berusia dua tahun. Alhamdulilah sudah dua tahun, jadi masih balita, masih berjalan mungkin sedikit berlari. Selama dua tahun ini kami belum banyak mendirikan kegiatan-kegiatan usaha kecuali kegiatan pengajian bulanan,” kata Din dalam sambutannya.

Hingga saat ini acara masih berlangsung. Acara dibuka dengan pembacaan doa oleh para pemuda Muhammadiyah dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya. ( Budi Murdani)