PARTAI BERKARYA MENDEKLARASIKAN SAYAP PARTAI ” MARITIM BERKARYA”

SHARE

Jakarta , Harianjakarta.com  – Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia, yang saat ini juga memiliki visi maritim, masih ironis ketika nasib pelaut di negeri inj belum mendapat kedudukan yang baik. Pelaut sebagai SDM utama negara maritim, kini masih banyak dihadapkan dengan praktik-praktik penindasan.

Atas dasar itu, dengan upaya membenahi kondisi pelaut baik dalam tataran kebijakan hingga grass root, Oraganisasi Maritim Berkarya yang dipelopori oleh para pelaut yang terhimpun dalam Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) didirikan.

Dengan berbagai fenomena yang dialami oleh pelaut di atas, disebabkan salah satunya pelaut tidak memih’ki bergairming power yang kuat dalam membuat kebijakan.

“Maka dari itu kami mengajak para pelaut untuk melek politik agar menjadi kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Selama ini kita tidak memiliki perwakilan baik itu di tataran legislatif maupun eksekutif, sehingga kami terns terpinggirkan,” ujar Andriyani Sanusi, ketua PPI yang juga
sekaligus Ketua Man’tim Berkarya.

Ketika hal itu disampaikan kepada pengurus Partai Berkarya, yang beberapa hari 1am barn dinyatakan Iolos faktual di KPU, tercetuslah suatu sayap partai yang bemafaskan maxitim. Sayap partai yang dimoton’ oleh para pelaut itu kemudian diberi nama Maritim Berkarya.

Partai besutan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto itu menerima kehadiran para pelaut ini mengingat Indonesia memiliki sejarah maritim yang baik. Di mana para pelaut menjadi pilar kejayaan Nusantara dari masa ke masa, maka perlu diakomodir perjuangannya.

Setelah menunggu proses veriflkasi, akhimya baru hari ini, Sabtu, 6 Januari 2017, dilakukan sebuah deklamsi Sayap Partai, ‘Maritim Berkarya” oleh Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng A. Tuty beserta jajaran kepengurusannya.

“Ketlka pelaut buta politik, akhirnya kondisinya seperti ini, hidup segan man tidak man. Tidal: memiliki visi yang akhirnya berdampak pada kehidupan mereka dan keluarganya,” tambah Andri.

Masih kata dia, dengan mengutip ucapan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada saat mana politik hanya dikuasai oleh orang-orang yang tidak baik maka tinggal tunggu waktunya orangorang baik akan terpinggirkan. Analogi tersebut, menurutnya tepat untuk menggambarkan keterwakilan pelaut saat ini.

“Kalau kita lihat kondisi pelaut saat ini yang menderita, itu karena mereka selama ini apatis terhadap politik. Maka itu sekarang momen yang tepat untuk kita semakin menyolidkan barisan membentuk kekuatan politik untuk menghadapi Pemilu 2019,” tandas pria asal Smnatera Barat itu.

Deklarasi ini sebagai tanda resminya kepengurusan pusat Maritim Berkarya yang nantinya akan diikuti oleh pembentukan kepengurusan daerah. Sayap partai yang memiliki motto ‘Di Laut Kita Iaya, Di Darat Kita Berkarya’ menjadi wadah para pelaut atau masyarakat yang peduh’ kepada sektor kemaritiman Indonesia untuk berpolitik sekaligus merumuskan konsep yang tepat bagi perwujudan negara maritim Indonesia.

“Kita optimis kalau kita memiliki perwakilan di tataran pembuat kebij akan, perjuangan kita selama ini untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaut akan semaldn mudah,” pungkas Andri.