Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Mengangkat Tema ” We Can I Can” Dalam  Memperingati Hari Kanker Sedunia

Harianjakarta.com , Jakarta  –  Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Untuk memperingati Hari Kanker Sedunia tahun 2018 , Komite Penanggulangan Kanker Nasional ( KPKN) mengangkat tema We Can I Can yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai penyakit kanker, serta menggerakkan masyarakat dengan cara menggelar pelatihan khusus untuk masyarakat awam perihal hidup sehat dan pengetahuan dasar tentang kanker. Sehingga diharapkan dapat menjadi narasumber dan pelatih yang berkompeten dan pada akhirnya menciptakan agent Of changed didalam masyarakat.

Menurut data yang dimiliki oleh Kementrian Kesehatan, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012,. sekitar 3,2 jute kematian disebabkan oieh Kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Keadaan kesehatan tubuh sangat berhubungan dengan gaya hidup seseorang. Kebiasaan -kebiasaan tertentu dapat memicu dan meningkatkan resiko kejadian suatu penyakit. Sebagai contoh , kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko kejadian kanker paru,  Kanker mulut, dan kanker nasofaring.

Di negara berkembang seperti Indonesia, pengetahuan tentang pola hidup sehat, pencegahan. dan d deteksi dini kanker masih sangat rendah sehingga menjadi penyebab terjadinya keterlambatan dalam diagnosis dam tatalaksana kanker, yang berujung pada rendahnya keberhasilan pengobatan kanker

“Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penyakit kanker masih rendah dan menjadi penyebab tingginya kasus kanker di Indonesia”,  kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh.

Subuh mengungkapkan bahwa hanya sekira 12 persen saja penduduk Indonesia yang melakukan deteksi dini guna pencegahan kanker.

“Tahun 2017 kami sudah lakukan tes IVA pada tiga juta perempuan Indonesia. Tapi itu masih jauh sekali, sasaran kita harusnya 37 juta perempuan Indonesia lakukan deteksi dini,” kata Subuh kepada wartawan di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin.( Budi)