Harianjakarta.com  Jakarta – Majelis Ormas Islam mengadakan Konfresi pers terkait penolakan Internasionalisasi 2 kota suci dan pengelolaan Haji /Umrah pada kamis siang (15/2).

Tampak hadir dalam pembacaan sikap Muhamad Zaitun Rasmih, ketua ikatan ulama dan Da’i Asia tenggara, Bachtiar Nasir Sekjen MIUMI , Nazar Haris anggota Majelis Ormas Islam ,Bambang Santoso Ketua Dewan masjid bali atau MUI Bali , Prof Dr Musni Rektor Universitas Ibnu Chaldun dan Dr. Haikel Hasan ketua laliansi anti Syiah DKI.

Ustadz Bachtiar Nasir berkata “munculnya propaganda tentang internasionalisaai penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci makkah dan madinah membuat umat islam merasa perlu menyampaikan pernyataan sikap” diantaranya :

1. Internasionalisasi penyelenggara haji dan urusan 2 tanah suci makkah dan madinah akan menimbulkan problema besar dan persengketaan serta perselisihan yang sangat berbahaya dan dapat memicu situasi chaos dalam pelaksanaan ibadah haji bahkan dapat menjadi ancaman bagi stabilitas dua tanah suci dan wilayah sekitarnya.

2. Pemerintah arab saudi telah memberikan perhatian yang sangat besar dalam penyelenggaraan ibadah haji serta urusan dua tanah suci hal ini terbukti dengan membangun dan renovasi masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perluasan keduanya berlipat-lipat ganda serta pembangunan jalan dan sarana dan prasarana yang sangat berkuwalitas demi kemudahaan pelaksanaan ibadah haji dan umrah, saudi arabia terus menerus membuat kedua masjid suci tersebut semakin besar dan indah dari waktu ke waktu.

3. Berdasarkan apa yang tersebut diatas maka tidak ada kebutuhan dan alasan untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci makah dan madinah

Oleh karena itu indonesia yang diwakili oleh para ulama dan tokoh-tokohnya serta bangsa indonesia secara umum menolak semua upaya untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci makkah dan madinah dari pihak atau negara manapun juga.( Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here