Guna Pencapaian Tol BOOR Sesuai Target, Manajemen PT WIKA Tbk  Berharap Evaluasi Berjalan Cepat

Harianjakarta.com, Bogor — Pasca moratorium atau penghentian sementara pembangunan pekerjaan konstruksi layang oleh pemerintah pusat berpengaruh pada waktu penyelesaian pekerjaan walau tidak ada klaim yang harus dibayarkan.

Manajer Proyek PT Wijaya Karya (WIKA) Ali Afandi mengatakan bahwa secepat mungkin pihaknya akan mengirimkan dokumen hasil evaluasi internal yang sudah dilakukan pihaknya untuk selanjutnya tim eveluasi dari pemerintah pusat dapat segera melakukan pengecekan.

“Kita harapkan BORR jadi prioritas pemerintah untuk dievaluasi secepatnya, agar pengerjaan elevated bisa dilakukan kembali, tidak terhenti lama,” katanya.

Seperti diketahui, penghentian sementara (moratorium) pekerjaan konstruksi layang proyek infrastruktur adalah untuk menghindari kerugian negara ke depannya.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo usai meninjau lokasi proyek pengerjaan Tol BORR Seksi IIB, Rabu (22/2/18) mengungkapkan bahwa memang betul terkait dampak yang ditimbulkan dengan adanya moratorium ini, dampaknya hanya pada persoalan waktu, karena penghentian dari pemerintah walaupun tidak ada klaim yang harus dibayarkan.

Hendro juga mengakui, bahwa pihaknya mendapatkan surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menghentikan sementara pengerjaan jalan layang.

Saat penghentian pihaknya menunggu evaluasi menyeluruh oleh Kementerian PUPR yang akan dilakukan oleh Asosiasi Kontraktor Indonesia dibantu Konsultan independen.

Hendro mempredikasikan penghentian pekerjaan akan berlangsung selama kurang lebih satu pekan, sambil menunggu hasil evaluasi. Karena pihaknya secara berkala telah melakukan pengecekan baik peralatan, pekerjaan, sesuai SOP yang ada.

Untuk mengantisipasi kecelakaan kerja, lanjut Hendro, pihaknya akan memperketat standar prosedur, melaksanakan pekerjaan sesuai urutan kerja, serta politik kontrol terhadap peralatan.

“Kami sudah melakukan pengecekan peralatan dan kelengkapan kerja ini secara internal, tinggal menunggu evaluasi dari tim Kementerian PUPR, kita harapkan hasil evaluasi baik, sehingga pekerjaan elevated bisa secepatnya dilanjutkan kembali,” kata Hendro.

Namun Hendro menegaskan, walaupun ada moratorium, bagi pembangunan proyek BORR, target penyelesaian pembangunannya dapat sesuai jadwal, sebab hingga saat ini pembangunan tol BORR hampir rampung yakni sudah mencapai 98,5 persen dan pembebasan lahan sudah 100 persen. ( Budi)