HARIANJAKARTA.com, Jakarta–  Film JELITA SEJUBA merupakan karya perdana rumah produksi DRELIN AMAGRA PICTURES yang digawangi oleh produser Marlia Nurdiyani. Keindahan alam pesisir Sejuba yang didominasi batu-batu besar menambah unsur misterius Natuna yang ternyata menyimpan banyak rahasia di laut dan daratannya. Lia seperti menemukan harta karun di Natuna. Gayung bersambut, pihak Dinas Pariwisata turut memberikan kontribusi dengan memperkenalkan wajah Natuna lainnya mulai dari sanggar budaya hingga kuliner yang membantu memperkaya film layar Iebar pertama dengan setting Natuna.
Penulis skenario kawakan, Jujur Prananto, yang film-filmnya telah disaksikan jutaan penonton Indonesia antara lain Ada Apa dengan Cinta?, Petualangan Sherina, dan Laskar Pelangi berkolaborasi dengan Ray dalam menggarap naskah kisah kekuatan cinta yang tulus ini.

Putri Marino bermain memikat sebagai Sharifah, si gadis Natuna. Ia memerankan tokoh ini dalam dua dimensi umur yang berbeda, yaitu sebagai Sharifah si remaja lugu dan naif yang sedang jatuh cinta, dan sebagai Sharifah sang ibu muda yang tegar menghadapi hari-harinya sebagai istri tentara. Perempuan yang di tahun 2017 lalu berhasil memenangkan Piala Citra kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik di film Posesif karya Edwin ini awalnya khawatir tidak bisa maksimal memerankan Sharifah, apalagi harus menggunakan dialek Melayu khas Natuna. Namun kegelisahannya berhasil dipatahkan olehYayu Unru, yang menjadi acting coach untuk Putri di film lni. Bahkan aktor senior pemenang Piala Citra kategori Aktor Pendukung Pria Terbaik untuk film Posesif ini kembali dipasangkan dengan Putri sebagai ayah dan anak dalam film JELITA SEJUBA.

Sebelumnya dikenal sebagai vokalis dari Volume Band, Wafda Saifan Lubis menjalani proses casting yang panjang sebelum terpilih sebagai Jaka si tentara muda yang kharismatik. Untuk peran utama pertamanya di film layar lebar ini, Wafda menunjukkan keseriusannya sebagai aktor dengan menjalani bootcamp bersama para tentara jelang shooting. Ia belajar mengoperasikan tank, memegang dan merawat senapan, hingga ikut berkompetisi dengan tim bola kompi C di Natuna.

Film ini turut didukung oleh aktris senior Nena Rosier sebagai Ibu dan Yukio si pemain ciiik sebagai Andika putra Sharifah. Aldi Maldini  berperan sebagai Farhan, adik Sharifah, di film pertamanya setelah bubarnya grup musik CJR. Dua aktris remaja pendatang baru yaitu Abigail dan Mutiara Sofya yang berperan sebagai sahabat Sharifah remaja tampil menggemaskan lewat penampilan mereka yang menambah dinamika romansa cinta pertama. Harlan Kasman,, seorang aktor lokal Natuna membawa keceriaan lewat aktingnya yang jenaka. (IKSAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here