Gub DKI Jakarta Anies Baswedan Hadiri Tasyakur 40 Tahun Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah  

SHARE

Jakarta– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri tasyakuran ke – 40 tahun pondok pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (30/03).

“Malam hari ini,  kita tidak hanya melihat perjalanan 40 tahun, tapi ini sebuah ikhtiar yang dilandasi keikhlasan yang dijalani konsisten selama 40 tahun,” kata Anies Baswedan

“Almarhumah Hj. Tuty Alawiyah bukan saja membina dan membuat Jakarta memiliki sejuta majelis taklim di tempat ini, BKMT,” ungkap Anies.

Dikesempatan yang sama Ibu Ria Khotib anak alamarhumah Prof. Dr. Hj. Tuty Alawiyah AS menjelaskan tasyakuran ke – 40 tahun ingin memberikan sesuatu yang memang orang lain juga membuka mata bahwa Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah sudah 40 tahun lamanya, karena perjalanan waktu dalam mengurus Yatim tidaklah mudah, pasti ada jalan yang menanjak dan berliku. Para santri yang kebanyakan anak yang tidak memiliki ayah atau ayah dan ibu berjumlah sekitar 250 anak, dan mengenyam pendidikan umum dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Universitas serta agama secara gratis di Pondok Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Jatiwaringin, Pondok Gede Bekasi.

“Kita memberikan fasilitas tidak kumuh, kita ingin anak- anak (pesantren) tampil lebih percaya diri,” kata Ria.

“Kita terus memperbaiki apa yang menjadi kekurangan, dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Apalagi sekarang anak- anak sudah menghafal sampai belasan jus (bacaan Alqur’an) dan mereka berlomba- lomba dengan bacaan bagus dengan hafalan yang banyak akan di hadiahkan umroh,” tutur Ria.

Tidak hanya itu saja hampir semua karyawan pondok pesantren Khusus Yatim As Syafi’iyah telah di berangkat umroh.

“Mamah saya selalu mengajari, supaya kalau kita enak atau enteng (bersedekah) Dia (Almarhumah Hj. Tuty) cuma bilang, “Ini saya pinjamkan atau titip uang untuk hal ini… nanti bayarannya di akhirat, jadi kita mengeluarkan dengan ikhlas,” ungkap Ria.

Mengakhiri perbincangan Ria mengungkapkan semua ini jadikanlah suatu kenikmatan, apapun yang didapat adalah sebuah keberkahan, jadi kita mendapatkan sesuatu kemulian dan keikhlasan.