Harianjakarta.com , Jakarta  — Calaon Preziden Sam Aliano bersama masyarakat mendatangi Bareskrim Polri terkait peran You Tube bantu teroris dan video ceramah tokoh agama yang disampaikan melalui Youtube bertempat di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis.(23/5)

Aksi teror bom bunuh diri masih terus terjadi. Sejumlah aparat Kepolisian dan warga sipil telah menjadi korban akibat kekejaman teroris tersebut. Para teroris berhasil merakit bom dengan belajar dari YOUTUBE.

Hal ini disampaikan Sam Aliano Calon Presiden dalam press Conference di depan awak media setelah melakukan pelaporan ke Bareskrim polri

Ia menyebut terdapat banyak konten di dalam medsos tersebut yang berbahaya, seperti mengajarkan masyarakat cara merakit bom.

Sam mengatakan, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo, YouTube dan Facebook telah diingatkan untuk memblokir konten-kontennya yang membahayakan.

Itu sangat bahaya, karena perusahan ini memfasilitasi ruang belajar bagi para teroris untuk bikin bom sendiri,” ujar Sam Aliano di Bareskrim.

Menurutnya, meski sudah diingatkan untuk memblokirnya, perusahaan tersebut tidak mengikuti aturan yang ada di Indonesia. Ia pun menjanjikan akan menutup perusahaan tersebut apabila terpilih menjadi Presiden RI.

“Saya ancam akan tutup perusahaan itu sejam setelah saya dilantik menjadi Presiden Rebuplik Indonesia. Jangan khawatir, saya akan gantikannya, dengan YouTube dan FB baru milik indonesia saja. Semua situs yang negatif yang mengajarkan teroris bikin bom dan video porno akan diblokir,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here