Bea Cukai dan BNN Berhasil Mengungkap Jaringan Penyelundup 15.487 butir ekstasi dan 68 kg Katinon

Harianjakarta.com ,Jakarta — Selain berhasil mengungkap jaringan penyelundup 68 Kg Katinon, petugas Bea Cukai dan BNN juga berhasil mengungkap jaringan penyelundup lima paket barang klrlman yang berisi 15.487 butlr ekstasi.

Hali ini disampaikan Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin .(28/05)

Heru menambahkan bahwa kasus yang berhasil diungkap di atas turut menambah daftar panjang penindakan narkotika yang dilakukan Bea Cukai. “Hingga Mei 2018, Bea Cukai telah berhasil melakukan 192 kasus penindakan dengan berat total barang hasil penindakan mencapai 3,559 Ton, meningkat dari tahun 2017 pada periode yang sama. Sedangkan selama tahun 2017, Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan terhadap 346 kasus penyelundupan narkotika dengan total berat barang hasil penindakan mencapai 2,139 Ton,” ujar Heru. Peningkatan jumlah tangkapan dan pengungkapan jaringan penyelundup ini merupakan buah kerja keras Bea Cukai, yang beberapa di antaranya juga merupakan hasil dari sinergi dengan BNN, POLRI, dan instansi lain.

Heru menjelaskan, dalam pengungkapan kasus ekstasi. petugas mencurigai paket yang diduga berisi narkotika dan kemudian melakukan pemeriksaan. Hasllnya, petugas menemukan tablet dalam masing-maslng paket. Pada paket pertama ditemukan 3.080 butir tablet, pada paket kedua ditemukan 3.163 butlr tablet, pada paket ketiga ditemukan 2.993 tablet, dan pada paket keempat ditemukan 3.268 butlr tablet. Tablet tersebut kemudian diperiksa di minilab Bea Cukai Soekarno Hatta dan hasilnya menunjukkan bahwa tablet tersebut berupa ekstasi.

“Bea Cukai Soekarno Hatta kemudian berkoordinasi dengan BNN melakukan controlled delivery dua paket barang kirlman tersebut ke Bogor dan Cikarang. Sementara untuk kedua paket sisanya. Bea Cukai Soekarno Hatta dan BNN juga berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandung,” ujar Heru.

Penindakan yang berhasi! dilakukan oleh petugas gabungan Bea Cukai dan BNN ini tidak semata menyatakan keberhasilan petugas namun merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba. Sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia yang menyatakan perang terhadap narkoba, seluruh elemen masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam memberantasnya dan menindak tegas terhadap para pengedar,” pungkas Heru Pambudi.(Budi)