Harianjakarta.com, Jakarta –Hari ini tepatnya Kamis, jam 13.00  bertempat di Mapolres Jakarta Selatan tim pengacara Ronny menanyakan tindak lanjut pihak polres terkait  laporan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan Herman Heri Anggota DPR RI dan ajudannya terhadap Ronny Kosasih Yuliarto dan istri.

Pelaporan itu dibuat pada 11 Juni 2018. Hari ini, pihak korban akan menanyakan tindak lanjut pihak Polres atas laporan yang telah dibuat.

“Tidak ada follow up waktu itu. Ini hari pertama efektif [usai lebaran], kami baru mau ke sana untuk menanyakan tindak lanjut laporan,” kata kuasa hukum Ronny, Febby Sagita

Febby menceritakan, peristiwa bermula saat mobil yang dikendarai Ronny (beserta istri dan anak-anaknya) masuk  ke jalur busway hingga akhirnya ditilang polisi.

“Awalnya korban itu ada di dalam (jalur) busway kemudian ditilang. Di belakang mobil korban ada mobil terduga pelaku Pak Herman Heri dengan mobil Rolls Royce Phantom B 88 NTT,” kata Febby

Ronny kemudian turun dari mobilnya dan dia menanyakan ke polisi mengapa mobil di belakangnya tidak ikut ditilang. Mobil dibelakang yang dimaksud adalah mobil didiuga milik Herman Hery.

“Terus polisi bilang ‘teman saya sudah nilang’. Lalu korban bilang ‘dari tadi saya di sini tidak ada satupun polisi yang nyamperin mobil itu’, karena  polisi yang bertugas cuma ada dua orang,” terangnya.

Febby mengatakan saat terjadi perdebatan dengan polisi, Herman dan ajudannya keluar dari dalam mobil. Herman, kata Febby, langsung mendekati kliennya dan diduga melakukan penganiayaan.

“Tidak lama dari mobil keluar Pak Herman Heri dan ajudannya dan kemudian dengan arogan dan sombong bilang ‘mau apa kamu’, langsung pakai tangan ke muka korban,” kata Febby.

Mendapat serangan itu, Ronny refleks membalas. Namun rupanya, lanjut Febby, ajudan Herman Heri juga ikut menyerang Ronny hingga korban terjatuh di jalur busway tersebut.

“isteri korban yang melihat,  turun dari mobil buat melerai.  Tapi ternyata juga ikut dipukul. Pengeroyokan itu disaksikan suster dan dua anak korban,” papar Febby.

Ia menambahkan, dua anak korban histeris melihat orang tuanya dianiaya. “Kedua anak korban menangis di dalam mobil melihat kedua orang tuanya dianiaya oleh Anggota DPR-RI tersebut,” tambah Febby.

Polisi yang tengah melakukan Razia di sana hanya menonton aksi brutal Anggota DPR-RI tersebut tanpa ada yang melerai,” tegas dia.

Setelah itu, Febby menerangkan, akhirnya Ronny pun menyerah dan meminta polisi untuk memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut.

Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, polisi dan Herman Hery malah langsung meninggalkan mereka, dan tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah.( Budi )