Harianjakarta.com, Jakarta  – Kita sudah dikelabui bahwa MPR sudah mengubah dasar negara kita tidak seperti aslinya. Bisa dibaca amandemen dan segala perubahannya. Itu harus dibaca semua, saya tidak mau bicara sepotong-sepotong.

Hal ini disampaikan Ratna Sarumpaet ketika menjadi salah satu narasumber dalam acara diskusi yang di gelar Gerakan Selamatkan Indonesia ( GSI) yang bertemakan” 20 Tahun Reformasi, kondisi Indonesia semakin terpuruk di hampir semua lini”, Jum’at, 22 Junl 2010 , Jl. Kampung Malaya Kocll Vl24 RT 004/009 . Bukltduri. Jakarta Selatan.

“Nalarku ini nalar yang tak mau dikelabui. Kita semua tahu bahwa Pancasila sudah tidak seperti Pancasila saat ia terlahir di Indonesia. Kita ini sudah dikelabui oleh MPR,” tutur Ratna

Ratna mengatakan bahwa begitulah kesimpulan tentang Indonesia sekarang, yang secara kasat mata dapat ditangkap oleh masyarakat bahkan yang kurang pandai sekali pun. Tidak ada yang menjelaskan, kenapa kondisi Indonesia jadi seburuk itu. Pemerintah, DPR dan para pimpimam partai bungkam, padahal mereka tahu keterpurukan itu adalah akibat langsung dari Amandemen UUD 1945 yang dilakukan MPR sebanyak 4 kali di tahun 1999-2002.

“Usaha kelompok-kelompok civil society termasuk GSI mensosialisasikan dampak buruk Amandemen nyaris tak terangkat karena kurangnya respon dari para pihak, termasuk media massa,” tandasnya

Statement Ratna Sarumpaet. di ILC, hari Selasa, 5 Juni 2018, ”Megawati Provokator Amandemen. Ia berusaha keras menyingkirkan Gus Dur dari kursi presiden 2001” telah membuat beberapa pihak gusar dan dengan cara-cara tidak baik mengintimidasi/
mengancam Ratna Sarumpaet. Kenyataan itu tidak membuat Ratna gentar. la bersama GSI justru merasa berkewajiban mengungkap kebenaran hantu di balik Amandemen Konstitusi UUD 1945 yang selama ini berusaha ditutup rapat.