Harianjakarta.com, Jakarta –Pada harl lnl, kami warga negara dengan latar belakang termasuk ibu rumah tangga, masyarakat biasa maupun berprofesi sebagai aktivis dan profesional mendeklarasikan pendirian Warga Perempuan Bergerak (WPB).

Pembentukan Warga Perempuan Bergerak (WPB) ini secara sadar dilakukan mengingat perempuan adalah populasi terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu WPB merasa perlu untuk memperjuangkan kepentingan dan pendapat kaum perempuan agar menjadi perhatian para pengambil keputusan. Sehingga sumbangan suara serta aksi perempuan dalam pembangunan keadaban bangsa dihargai dan dihormati.

Pembentukan Warga Perempuan Bergerak (WPB) ini didasarkan atas keprihatinan kami, terhadap isu radikalisme serta insiden terorisme yang kian marak terjadi belakangan ini.

Keprihatinan ini, telah banyak menimbulkan keresahan dan kecurigaan dalam masyarakat, mengancam keamanan warga, memecah belah komunitas, memicu kebencian dan prasangka terhadap kaum minoritas dan menciptakan ketidak harmonisan antar keluarga. Kondisi ini merusak masa depan anak dan generasi muda sebagai penerus keberlangsungan keberadaan bangsa. Hal ini tidak bisa diatasi hanya dengan berdiam diri, karena itu kami sadar bahwa sudah saatnya adanya aksi nyata untuk menangkal segala kegiatan yang merobek pelangi kebangsaan kita. Aksi nyata dimaksud juga untuk menyatukan kembaii kesatuan bangsa yang berpedoman Bhinneka Tunggal Ika dan sesuai dengan nilai~ni|ai Pancasila yang menjadi panduan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesuai dengan kapasitas kami, maka kami Warga Perempuan Bergerak berkomitmen untuk melakukan berbagai aktivitas dan tindakan dalam meningkatkan ketangguhan warga perempuan dan anak untuk melindungi keluarganya darl isu radikalisme, menoegah perpecahan antar komunitas yang beragam di lingkungannya, dan mendorong adanya rasa aman dan nyaman bersama masyarakat Iain di ruang publik.

Kimitmen ini merupakan suatu bentuk kontribusl dan tanggungjawab kaml sebagai warganegara dalam membangun suatu tradisl politik demokrasi yang berkeadaban dan berkemajuan sebagaimana yang diperjuangkan oleh Presiden Joko Widodo, Dalam melaksanakan komitmen kaml tersebut kam! akan senantiasa melakukan dalam batas -betas etika dan korldor hukum yang berlaku.

Para Deklarator
1. Sabrina T. Fitranty (Keordinator Warga Perempuan Bergerak)
2. Arimbi Heroepoetri (Direktur Eksekutif PKPBerdikari)
3. Dr. Livia lskandar (Komunitas lnsan Psikologi Indonesia)
4. Dewi Kencana (Seknas Jokowi Bid.Perempuan)
5. 8er Martini (Rumpun, Bandung)
6. Lely Zaelani (Hapsari, Sumut)
7 Gung Tri Astrid (Semeton, Bali)
8. Aulora Agrava (Demsos, Kupang)