Film AIB #Cyberbully Memberi Pelajaran Penting Stop Bullying

Harianjakarta.com, Jakarta — Lonjakan aduan atau laporan perundungan (bullying) yang terjadi pada anak-anak meningkat drastis. Di tahun 2016 hanya puluhan aduan, namun tahun 2017 KPAI menerima ribuan pelaporan kasus-kasus bullying.Kami kewalahan. ltu sebabnya kami dukung kampanye yang dilakukan pembuat film AIB #Cyberbully di sekolah-sekolah.

Hal ini disampaikan Retno Listyarti, komisioner KPAI dalam penayangan perdana film.AIB di Plaza Senayan,(31/7).

Retno  bersama pemain-pemain film Aib telah mengunjungi lebih dari 25 sekolah dan menemui lebih dari 11 ribu siswa di Jabodetabek, Semarang, Solo, Yogya, Palembang, Medan, Makassar, Malang dan Surabaya.

Film AIB #Cyberbully sangat pas dalam menyuarakan keprihatinan terhadap kasus-kasus bulliying di media sosial. Ada moral story yang bisa dipahami penonton film ini, di antaranya adalah soal balasan yang bakal diterima pelaku bullying. Bahwa persekusi, fitnah, berita bohong, ancaman bukanlah tanpa
konsekuensi. Apalagi bila bullying berujung kematian.

”Selalu ada konsekuensi atas nyawa yang hilang. Karma atau balasan juga semakin cepat datangnya,’ jelas Amar Mukhi, sutradara film AlB. Bahwa yang balas dendam adalah sosok hantu atau setan, bisa saja itu metafora. lntinya, kejahatan selalu ada balasannya. Bahwa kematian berbalas kematian adakah konsekuensi dari satu perbuatan ja hat.

Film AlB #Cyberbully dirilis pada 2 Agustus 2018 juga punya konsep kuat dalam menyampaikan pesan film melalui cerita yang unik. Proses produksi yang rumit, juga konsep produksi yang menarik menjadi daya pikat film banyak menggunakan efek grafis komputer.

SINOPSIS FILM
Berawal dari sebuah postingan hingga menimbulkan kekacauan dalam hidup mereka, dan berujung maut.

Delapan sahabat –, Angel, Bianca, Donna, Ciska, Sarah, Antoni, Bondan, Cupi terjebak dalam permainan berujung kematian. Mereka saling meneror satu sama lain agar bisa terlepas dari jerat permainan sadis.

Kematian yang tidak wajar membuat mereka stres dan bertindak semaunya saling menjatuhkan dan saling membuka aib masing-masing.

Apa yang mereka hadapi sekarang adalah balasan (karma) dari perbuatan mereka sebelumnva, tak mungkin bisa dicegah dan tak mungkin bisa dilawan.
Mereka terkurung dalam satu masalah di tempat berbeda, dan tak tahu cara mengatasi masalah
mereka. #StopBullying #Ja nganDianggapRemeh #JarimuMembunuh

Pemain:
Yuniza lcha (Sarah), Ade Ayu (Bianca), Wendy Wilson (Donna), Shoumaya Tazkiyyah(Cista): Damlta Argobie (Angel), Harris lllano (Antoni), Baron Wilschut (Bondanl, Michael Lie (Cupi)

Sutradara: Amar Mukhi
Produser: Amar Mukhi, Dilip Chuganl Rumah Produksi: Surya Films dan Anami Films/ 2018