Angkat Tema Spirit of Jakarta, lima Perajin Dekranasda di Jakarta Fashion week 2019

Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta kembali tampil dalam panggung peragaan busana Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 di Senayan City (24/10/18). Dengan mengangkat tema Spirit of Jakarta, Dekranasda DKI Jakarta menampilkan 35 rancangan busana yang mengunggulkan ragam budaya dan tren di Jakarta. Busana tersebut merupakan hasil karya dari 5 (lima) perajin binaan yaitu Nita Seno Adji, Batik Marunda, Klambi Abite. Batik Story dan Culture Edge.

Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Fery Farhati menuturkan Jakarta tidak bisa lepas dari berbagai budaya yang ada di Indonesia. Kekayaan budaya Jakarta jika dipadukan dengan budaya lainnya akan menghasilkan karya kerajinan yang menawan yang menggambarkan Jakarta seutuhnya. lnilah yang kita tampilkan pada JFW 2019.

“Keikutsertaan Dekranasda DKI Jakarta di JFW 2019 adalah upaya untuk mempromosikan kebudayaan betawi dan memberikan kesempatan kepada para perajin binaan untuk memperkenalkan dan memasarkan karya kerajinan mereka ke masyarakat yang lebih luas,” kata Fery Farhati.

Lima perajin binaan Dekranasda DKI Jakarta yang tampil dalam JFW 2019 masing-masing memiliki nilai keunikan yang diangkat,  Seperti Nita Seno Adji yang terinspirasi dari kecantikan abadi bunga kerak nasi yang konon digunakan untuk merawat kecantikan wajah perempuan di masa lampau. Karyanya dituangkan dalam paduan bahan organza, tayet dan tile dengan kreasi bordir. Lain halnya dengan Batik Marunda yang ingin mengangkat nilai sosial dan budaya gotong royong. Wendy Sibarani, seniman Batik Marunda Iebih menekankan pada lahimya batik betawi berkualitas hasil pemberdayaan perempuan di tiga rumah susun sewa Jakarta yaitu, pencantingan di Rusun Rawa Bebek. pewamaan dan pencelupan di Rusun Marunda serta finishing sulam di Rusun Pesakih. Filosoti gotong royong menjadi ciri khas Batik Marunda yang tampil dengan tema flora fauna Jakarta.

Sementara itu, Klambi Abite karya Novi dan Tika mengusung tema Java and Batavia Nature Hybrid. Novi dan Tika berani mengkombinasikan cerahnya batik Betawi dengan Lurik khas Yogyakana. Alhasil, busana terlihat menarik dengan desain baju trend masa kini dan tetap menampilkan sisi etnik dari masing-masing daerah. Motif Betawi yang dipilih antara lain Ondel-ondel, Tugu Monas, Tanjidor, dan lkon Jakarta lainnya.

Jika ketiga perajin di atas memberikan sentuhan motif Jakarta, maka dua perajin lainnya memasukkan unsur tren yang berkembang di Jakarta ke dalam karyanya. Seperti Batik Story milik Aditya Bregas Pradana menangkap keinginan kaum milenial yang dinamis dan penuh tantangan di memodifikasi motif, teknik, dan bahan yang digunakan agar batik semakin disukai sebagai busana di kalangan muda. Motif yang diadaptasi antara Iain Kawung, Nitik, dan Truntum. Sementara itu, Culture Edge karya Linda dan Sarah mengusung tema ‘Look to East Sumba Glam’ karena kepekaan keduanya akan tren fashion di Jakarta yang sedang mengarah ke Timur Indonesia. Budaya Indonesia diperkenalkan dengan moderen dan edgy sesuai dengan kepribadian masyarakat Jakarta pada umumnya.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dekranasda DKI Jakarta telah berpartisipasi pada event Jakarta Fashion Week sejak Tahun 2010 silam. Pada tahun ini, Dekranasda DKI Jakarta berkesempatan menggelar Talk Show bertemakan ‘Fashion Bertaraf Internasional’ yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Oktober 2018 jam 11.00-12.00 WIB di Fashion Link Lounge, Lantai 8 Senayan City. Selain itu, Dekranasda DKI Jakarta juga mengikuti pameran selama 22-26 Oktober 2018 di Fashion Link Area, Lantai 8 Senayan City.