Ingin Bangun Rumah Tenun Di NTT Franky Ingin Datangkan Pembeli Dari Luar Negeri

Bandung- Sukses menekuni tenun sumba sejak tahun 2000 dan membina 20 penenun di daerah Praikamaru, Waingapu, Sumba Timur tidak membuat Franky M pemilik galeri Ana Tenun Ikat NTTĀ berpuas diri walau saat ini kain tenun ikat Sumba makin banyak digemati, tidak hanya dari Indonesia, namun juga banyak turis asing yang jatuh cinta dengan keunikan dan filosofi yang ada dalam selembar kain tenun ikat.

” Semua kain tenunan khususnya Sumba Timur corak dan motif nya ada ciri khas nya khususnya warna Sumba timur saat ini belum ada yang sama,dan walaupun sama sama dari NTT semua tidak ada yang sama masing – masing ada ciri khasnya ” terang Franky saat ditemui di Taman Sari Batik Festival 2018,Graha Manggala Siliwangi,Bandung Jawa Barat.

” Peminat saat ini sudah bagus, kedepannya , kita ingin sasar pasar anak muda dengan desain – desain baru kita juga mau cari reseller untuk kerjasama
Untuk sekarang sudah banyak tamu – tamu dari Jakarta ke Sumba itu makanya saya ingin bangun rumah tenun yang khusus untuk mendatangkan tamu – tamu lain khususnya dari luar ” tambah Franky.

Tiap suku di NTT mempunyai keunikan masing-masing dalam hal corak dan motif, tiap kain yang ditenun itu unik dan tidak ada satu pun identik sama. Motif atau pola yang ada merupakan manifestasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan memiliki ikatan emosional yang cukup erat dengan masyarakat di tiap suku.

Memiliki warna yang kontras dengan detail motif berirama membuat tenun songket NTT sangat indah dan banyak diminati.