August 25, 2019 Harian Jakarta

PKPM Gelar Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2018

 

Jakarta– Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM) menggelar Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2018 bertemakan “Kontribusi Peradaban Melayu Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia Timur Dan Barat” di Gedung Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (31/12).

Pada acara diskusi ini dihadir para narasumber seperti Dr. Masud HMN (Ketua PKPM), Valiollah Muhammadi (Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia), dan A. Gaffar Usman (Anggota DPR RI Dapil Riau).

“Peradaban adalah harus menjadi perhatian kita. Peradaban menjadi tantangan bagi kita agar tidak punah. Terutama memantapkan peradaban Melayu di kawasan ini. Karena peradaban Melayu adalah dasar atau fondasi dari budaya bangsa kita, maka perlu kita jaga dan kita lindungi bersama,” tutur Dr. Masud HMN memulai kata sambutannya.

Bagi Masud orang Melayu punya cara untuk membangun peradaban dan budayanya yaitu belajar untuk mengetahui, berpikir untuk memahami, bisa melaksanakan atau mengerjakan dan mampu bekerjasama.

“Peradaban itu harus mampu menjawab berbagai persoalan-persoalan lewat berbagai pembelajaran. Bisakah kita bekerjasama agar peradaban itu menjadi solusi untuk menjawab berbagai persoalan. Itulah yang harus kita pikirkan bersama,” jelas Masud.

Masud menyebutkan sebaiknya setiap negara Islam termasuk mengedepankan pendekatan Muamalah dibandingkan Syariah.

“Muamalah berbicaralah persoalan kemiskinan dan kerakyatan lewat dialog. Bukan seperti sekarang ini orang bicara Syariah dengan mengkafir orang lain. Itu bukanlah solusi karena mengedepankan pedang atau pertentangan. Seharusnya peradaban dan budaya mengedepankan khalam atau dialog untuk menjawab berbagai persoalan atau masalah,” sebut Masud.

Valiollah Muhammadi mengatakan peradaban Persia dan Melayu punya akar dan hubungan yang panjang.

“Peradaban Persia punya sejarah yang panjang yaitu 7000 tahun. Peradaban Melayu dan Persia memiliki kemiripan yaitu mengedepankan khalam, dialog, bukan pedang atau berperang sehingga kedua peradaban ini mempunyai peranan yang kuat menjaga perdamaian dunia,” kata Valiollah Muhammadi.

Menurutnya saudagar-saudagar Persia ratusan tahun yang lalu telah mendatangi bumi nusantara untuk berdagang dan berinteraksi dengan masyarakat Melayu Nusantara.

“Buktinya ada sekitar 300 kata dari bahasa Persia yang diadopai kedalam bahasa Melayu. Ini adalah awal interaksi budaya Persia dengan Melayu Nusantara,” lanjut Vailollah.

Valiollah menegaskan bahwa kedua belah pihak harus terus menjaga berinteraksi dan memiliki kesamaan untuk berperan menciptakan perdamaian dunia.

“Saya ingin menghimbau agar kita terus dialog, karena peradaban Persia (Iran) dan Melayu (Indonesia) memiliki kemiripan yaitu mengedepankan khalam atau dialog terutama terkait tentang Islam. Jadi kita harus terus bekerja untuk menciptakan perdamaian di dunia karena pandangan politik dan agama kita sama. Apalagi Indonesia sebentar lagi akan masuk sebagai anggota tidak tetap PBB, maka saya yakin Indonesia akan lebih berperan untuk menciptakan perdamaian dunia,” beber Vailollah.

A. Gaffar Usman mengatakan bahwa Melayu menjadi faktor mayoritas untuk memberikan kenyamanan bagi siapapun.

“Kita lihat orang Melayu yang ada di Riau, Kalimantan, Sumatera Selatan, maka yang kita lihat mereka hidup dengan nyaman, senang dan tenang, disebut sebagai “NST”. Di daerah yang didiami orang Melayu dibawahnya tersimpan kandungan kekayaan alam seperti minyak bumi dan lainnya. Ini menjadi magnit buat siapapun,” ujar A. Gaffar Usman.

Menurut Usman filosofi orang Melayu dalam bersikap adalah tidak menjaga jarak.

“Dalam kehidupan kita punya banyak lawan namun tidak bermusuhan atau memiliki musuh. Jurus kita orang Melayu adalah silat yaitu jangan menjaga jarak tapi mendekati orang lain. Selain itu kita orang Melayu harus menjadi Gincu yaitu punya warna dan punya rasa sehingga orang Melayu mampu berperan di manapun mereka berada. Seperti diluar negeri misalnya Malaysia orang Melayu bisa berbaur dengan masyarakat sana terutama karena kesamaan budaya dan agama sehingga ada orang Melayu Riau yang diangkat jadi guru silat disana,” ungkap Usman.

Related Posts

RAKERNAS KEMENAG RI 2018  Bertajuk ” Tantangan dan Program strategis Kemenag di Tahun Politik akan digelar Kementrian Agama Republik Indonesia”

January 29, 2018

January 29, 2018

JOURNALJAKARTA.co.id ,Jakarta — Rakernas yang bertajuk ” Tantangan dan Program strategis Kemenag di Tahun Politik akan digelar Kementrian Agama Republik...

Jelang Hijab Festive Week (HFW) 2019 di FX Sudirman

May 10, 2019

May 10, 2019

Jakarta — Gelaran Hijab Festive Week (HFW) kembali hadir menambah kemeriahan di bulan ramadhan untuk ke-4 kali ini, yang akan...

Polisi Tangkap 6 orang Pelaku Pembunuhan di Kemayoran

January 28, 2019

January 28, 2019

Jakarta —  Aksi pengeroyokan dan perampokan yang dilakukan di Jalan HBR Motik, Kelurahan Gunung Sari, Kemayoran, Jakarta Pusat pada hari...

TERTARIK MENJADI DEALER HELM BELL…

March 7, 2018

March 7, 2018

JOURNALJAKARTA.co.id, Jakarta- Helm Merek Bell secara resmi menunjuk Reyner Christian G dan Rudy G sebagai distributor tunggal di Indonesia, mulai...

Delapan Warna Lipstik Liquid Ultimatte dari SASC Official

December 15, 2017

December 15, 2017

  Jakarta, JJ- Lipstik Liquid Ultimatte dari SASC (Socially, Aware, Sexy, Cosmetic) Official merupakan produk lokal yang tidak kalah kualitasnya...

RAPIMNAS KE – XI GAPEKSINDO

March 6, 2018

March 6, 2018

JOURNALJAKARTA.com,JAKARTA –  RAPIMNAS (Rapat Pimpinan Nasional) Ke-XI diadakan lleh GAPEKSINDO yang berlangsung dari 6-7 Maret 2018 di Merlyn Park  Hotel,...

Toys Kingdong Hadirkan konsep Store Terbaru di Mal Kota Kasablanka

December 5, 2018

December 5, 2018

JAKARTA- Membeli mainan menjadi salah satu pilihan bagi anak-anak, saat ini tepatnya  di bulan Desember yang bersamaan dengan perayaan Natal...

Yayasan CEO Indonesia Saling Jalin Silatulrahmi Sekaligus Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

June 3, 2018

June 3, 2018

Jakarfa- Para pengurus Yayasan CEO indonesia mengadakan buka puasa bersama 1000 anak yatim piatu bertempat di Lapangan Monas Jakarta, Minggu...

Gerakan Bakti Cendana Di Kukuhkan Mbak Tutut

March 20, 2019

March 20, 2019

Jakarta– Gerakan Bakti Cendana di kukuhkan oleh Mbak Tutut salah satu Putri Mantan Presiden Soeharto di TMII 20/03/2019, oganisasi ini...

Pembukaan Public Safety Indonesia 2019

February 28, 2019

February 28, 2019

Jakarta — Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 ribu pulau dengan penduduk lebih dari 260 juta jiwa menghadapi berbagai tantangan...

Yanes, Anggota DPD RI Provinsi Papua Mengadakan Turnamen YANES CUP II

February 17, 2019

February 17, 2019

Jakarta—  Turnamen YANES CUP tak hanya sekedar turnamen futsal, namun lebih kepada mempererat kekeluargaan antar mahasiswa se-Papua khususnya. Gagasan ini...

McDonald’s Indonesia: “Aku Duta Cilik FIFA World Cup 2018”

March 6, 2018

March 6, 2018

JOURNALJAKARTA.com, Jakarta– Program ”Aku Duta Cilik FIFA World Cup 2018” akan memilih 2 anak untuk mewakili Indonesia menjadi pendamping pesepakbola...

Partai Demokrat Adakan Doa Bersama Demi Kelancaran Pilkada 2018

June 26, 2018

June 26, 2018

Jakarta- Pilkada serentak 2018 akan terus bergulir, seiring dengan waktu Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono...

Bantal Dooglee Memberikan Si Kecil Tidur Pulas Tampa Rasa Khawatir

December 1, 2018

December 1, 2018

Jakarta – Tidur adalah bagian penting dalam keseharian bayi. Saat tidur, ia terus tumbuh dan berkembang. Orangtua sebaiknya terus menjaga...

DAMN!! I LOVE INDONESIA ‘Inspired to Inspire the Nation’

March 10, 2018

March 10, 2018

JOURNALJAKARTA.co.id, Jakarta–  Hampir satu dekade sudah DAMN! I LOVE INDONESIA, konsisten menjalankan visi misinya untuk menyebarkan rasa cinta serta bangga-nya...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published.