Pro Jokowi-Ma’ruf Amin Center (ProJOMAC) Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin

Harianjakarta com, Jakarta – Sejumlah orang yang tergabung dalam Pro Jokowi-Ma’ruf Amin Center (ProJOMAC) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dalam ajang Pemilu 2019.

Banyaknya capaian kinerja maupun prestasi yang dilakukan pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, yang nyata-nyata telah memberi kontribusi dan dirasakan langsung oleh rakyat, dipandang perlu untuk diteruskan kembali, sehingga program-program yang telah dicanangkan pemerintah bisa dirasakan rakyat secara lebih merata untuk masa-masa yang akan datang.

“Agar keberlangsungan pembangunan dapat terus berjalan seperti yang diharapkan, Pro Jokowi Makruf Amin Center (ProJOMAC) mendukung penuh Paslon no. Urut 01, lr. Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin, sebagai pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, pada Pilpres 2019, karena kami meyakini, di bawah kepemimpinan beliau, kedua tokoh nasional akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik, maju, sejahtera dan berkeadilan, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa besar dan disegani dunia,” ujar Ketua Panitia Deklarasi Jimmi Fritsonda yang terlihat bersama Ketua Umum ProJOMAC Susatio Setio saat kepada Media Indonesia Raya di Sekretariat DPP ProJOMAC, Jl. Prof. DR. Soepomo No. 3A, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Menurut Jimmi, DPP ProJOMAC, membuka pintunya untuk menjadi Rumah Buruh lndonesia, sehingga siapapun buruh Indonesia bisa hadir dan berdiskusi terbuka.

“Selain itu, untuk memperkokoh keimanan rekan-rekan buruh, ke depan ProJOMAC akan mengadakan pengajian mingguan, lalu juga diisi dengan diskusi perburuhan dwi mingguan untuk menyerap aspirasi buruh khususnya di akar rumput untuk mencari solusi terhadap kompleksivitas permasalahan yang terjadi. Dan puncaknya deklarasi besar di Istora Senayan,” lanjut Jimmi.

Dukungan Projomac kepada lr. Joko Widodo dan KH. Makruf Amin kami dasarkan atas pertimbangan sebagai berikut,” Pertama, dalam hal keagamaan. Selama menjadi Presiden, Ir. Jokowi merupakan sosok pemimpin yang pro dan peduli dengan umat beragama, khususnya muslim, pada Hal ini ditunjukkan Jokowi yang selalu menyempatkan diri hadir di berbagai agenda besar yang dihelat oleh banyak organisasi islam yang ada di Indonesia umumnya, maupun organisasi keagamaan lainnya. Presiden juga selalu menekankan pentingnya memperkokoh sikap toleransi antar umat beragama, sebagai wujud implementasi dari nilai nilai luhur yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Alasan kedua, terkait pembangunan nasional.

Jokowi, telah terbukti membangun lndonesia di berbagai daerah, terutama luar Pulau Jawa dengan tanpa mengabaikan Jawa. Hal ini sesuai dengan prinsip keagamaan Islam Indonesia yaitu almuhafadzatu ‘ala qadimish shalih wal ahdu bil jadidil aslah. Dan hasi-hasil pembangungan tersebut, telah dan bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Jimmi menambahkan.

Dalam konteks pembangunan manusia dapat dimaknai telah melaksanakan pembangunanpembangunan baru yang lebih bermanfaat dan membawa kemashalahatan, tanpa melupakan pembangunan lama yang juga membawa manfaat bagi rakyat.

“Ketiga Indonesia saat ini, membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang konsisten, berfikir strategis dan bervisi kebangsaan, apalagi menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sudah ada di depan mata,” tutur Jimmi.

Jimmi mengatakan dalam menghadapi era tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan, masyarakat Indonesia harus siap memasuki era revolusi industri keempat yang menuntut semuanya serba cepat.

“Dengan adanya kemajuan teknologi yang begitu cepat ini, masyarakat harus mampu ikut bergerak cepat, jika tak ingin tertinggal. Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam mengantarkan Indonesia dalam memasuki era global,” tutup Jimmi.

Selain acara deklarasi yang digalang Dewan Pimpinan Pusat Pro Jokowi-Ma’ruf Amin Center (ProJOMAC) kepada Jokowi-Ma’ruf Amin, acara dimulai dan diisi dengan shalawat dan doa bersama serta dihadiri Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid, Budi Karya Sumadi, Ulama dan Buruh